Langsung ke konten utama

Modal kreatif, mahasiswa ubah lego menjadi aksesoris cantik




Dengan modal kreatifitas, benda apapun bisa disulap menjadi barang unik dan berharga tinggi. Seperti sampah plastik, botol kaca, serta sampah lainnya, yang telah terjun terlebih dahulu ke dunia ekonomi kreatif. Selain sampah, terdapat juga benda yang bisa diubah menjadi barang unik dan memiliki nilai jual tinggi yaitu permainan Lego. Lego terkenal sebagai sebuah permainan bongkah plastik kecil yang disusun sehingga membentuk bentuk tertentu, seperti bentuk tokoh di film kartun. 
 




Di bawah tangan kreatif mahasiswa Budi Luhur Jakarta ini, permainan Lego dimanfaatkan Dana menjadi aksesoris cantik seperti gelang, kalung, serta anting yang di beri nama Lego.bracelet di sosial media dan situs jual beli.  Berawal dari rasa kasian, Lego berhasil menjadi uang penghasilan. “Kasian gitu kan Legonya di buang, banyak kenang-kenangan waktu kecil, yaudah buat gelang aja, eh bagus” kata Dana pemilik Lego.bracelet.

Dana tidak sendiri merintis usaha aksesoris Lego, ia ditemani Ipul dari proses produksi, jaga stand, dan upload foto produk ke sosial media. Dan tidak disangka, usaha mereka pun berbuah manis. Dari hasil lego tersebut pasangan muda ini bisa meraih 1,5 juta rupiah dalam sehari.



Proses pembuatan Lego pun cukup mudah, hanya di perlukan sebuah tali, kait, dan permainan Lego yang dirangkai sehingga membentuk kalung, gelang atau aksesoris lainnya. Soal harga, Lego.bracelet memiliki harga yang bervariasi namun tetap cocok untuk kantong mahasiswa yaitu 15.000 untuk anting dan gantungan kunci, 25.000 rupiah untuk gelang, dan 35.000 rupiah untuk kalung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selain Batik, kesederhanaan Lurik tidak kalah mempesona

Setelah sukses menarik masyarakat untuk menggunakan batik, desainer Edward Hutabarat memilih kain lurik untuk diangkat ke panggung mode sebagai bentuk kecintaannya terhadap kain asli budaya Indonesia. Dibalik tangan desainer terampil yang biasa di panggil Edo ini, lurik bertranformasi menjadi desain pakaian yang modern. Kesederhanaan motif kain yang biasa dipakai abdi keraton sebagai seragam, menambah kesan casual nan elit. Edo masih menggunakan komposisi awal yaitu dengan menonjolkan potongan sederhana tanpa hiasan apa pun sehingga keindahan garis-garis lurik lebih menonjol. Pada beberapa rancangan ia memadukan kain lurik dengan kain bergaris. Bagi Edo, lurik dan wastra Nusantara lainnya, seperti songket, batik, ulos, atau tenun, adalah wastra peradaban. "Kain Indonesia adalah wastra peradaban karena selalu dipakai untuk melengkapi seremoni. Mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian, selalu ada kain tradisi yang menyertai," ujarnya dalam konferensi pe...

ERABABAKOE

Back to 90’s Helow kawan lintas generasi, mari mengulang masa SMA mu dengan barang-barang jaman dulu, seperti kamera analog, sepatu trendy Warrior dan Kodachi dan style kece ala penari hip-hop 90's.  KAMERA ANALOG Erababakoe, mencoba mencoba mengabadikan kembali moment-moment masa lalu di masa saat ini dengan kamera analog yang anti jepret langsung apus. Mari ulik kembali momentmu bersama analog!   Merk : Fujica Diproduksi di : Indonesia Mulai Produksi : 1983 Jenis Film : 135 Kecepatan Rana : 1/100 Lensa : Fujinon Lens fixfocus  Max / Min averture : 8 / 42 mm Min jarak fokus : 120 cm Dimensi : 11,4 x 7,1 x 5,4 cm Berat : 180 gr  Harga : Rp. 225.000,- Jenis Film : (35mm) Exposure meter : automatic ASA range : ASA 25-800 Battery : LR44 4 atau LR44 5 buah Size and Weight : 140.6 x 72 x 82 mm; 620 g. Harga : Rp. 400.000,- WARRIOR SHOES Erababakoe, mencoba menghilangkan rasa rindu kalian di masa-masa SMA, de...

Etnicfunid, Serba-serbi kain warisan budaya Indonesia

Menurut KBBI, pengertian etnik adalah  bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya; etnis . Maka usaha yang didirikan bernuansa kebudayaan yaitu pakaian dari kain-kain khas indonesia seperti, batik, lurik, songket, tenun dan lain-lain. Motif tradisional ini, dibuat lebih modern namun tidak menghilangkan unsur etniknya. Pembuatannya pun, memanfaatkan penjahit tradisional agar hasil jahitannya lebih rapi, bukan seperti hasil konveksi. Kain tradisional ini akan dipadukan dengan motif-motif polos dan hanya mengandalkan warna yang soft. Karena dalam usaha ini, pemilik hanya mengandalkan kain tradisional dengan pewarna alami dan kain dari pewarna alami masih belum bisa menghasilkan warna yang mencolok. maka kain yang digunakan untuk memadukan kain tersebut, warna-warna soft yang tetap menjadikan si pemakai terlihat elegan. Usaha pakaian ini diberi n...