Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Selain Batik, kesederhanaan Lurik tidak kalah mempesona

Setelah sukses menarik masyarakat untuk menggunakan batik, desainer Edward Hutabarat memilih kain lurik untuk diangkat ke panggung mode sebagai bentuk kecintaannya terhadap kain asli budaya Indonesia. Dibalik tangan desainer terampil yang biasa di panggil Edo ini, lurik bertranformasi menjadi desain pakaian yang modern. Kesederhanaan motif kain yang biasa dipakai abdi keraton sebagai seragam, menambah kesan casual nan elit. Edo masih menggunakan komposisi awal yaitu dengan menonjolkan potongan sederhana tanpa hiasan apa pun sehingga keindahan garis-garis lurik lebih menonjol. Pada beberapa rancangan ia memadukan kain lurik dengan kain bergaris. Bagi Edo, lurik dan wastra Nusantara lainnya, seperti songket, batik, ulos, atau tenun, adalah wastra peradaban. "Kain Indonesia adalah wastra peradaban karena selalu dipakai untuk melengkapi seremoni. Mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian, selalu ada kain tradisi yang menyertai," ujarnya dalam konferensi pe...

Psychedelic, Gaya hidup tahun 60-an kembali nge-trend

Dalam era globalisasi ini, internet tidak asing lagi bagi kalangan anak muda jaman sekarang. Bahkan dengan adanya internet serta media sosial, masyarakat dengan sangat mudah untuk mengakses segala informasi termasuk sejarah-sejarah di dunia, termasuk aliran psychedelic yang kembali ngetrend di masa sekarang ini. Apa itu aliran psychedelic? Psychedelic adalah sebuah aliran seni yang nge-trend pada periode ’60an sampai akhir ’75an. Arti psychedelic itu sendiri ialah kemampuan kita mem-visualisasi-kan apa yang ada di pikiran menjadi vision (penglihatan), yang akan terasa sangat nyata (efek halusinasi). Pengalaman psychedelic sering dibandingkan dengan bentuk kesadaran seperti trance (keadaan tdk sadar diri), meditasi, yoga, dan bermimpi. Aliran ini muncul dari anak-anak muda yang menganut gaya hidup hippies, yaitu sebuah gaya hidup bebas yang keras menantang keteraturan budaya, radikal, dan membenci pemer...