Langsung ke konten utama

ERABABAKOE






Back to 90’s

Helow kawan lintas generasi, mari mengulang masa SMA mu dengan barang-barang jaman dulu, seperti kamera analog, sepatu trendy Warrior dan Kodachi dan style kece ala penari hip-hop 90's. 

KAMERA ANALOG

Erababakoe, mencoba mencoba mengabadikan kembali moment-moment masa lalu di masa saat ini dengan kamera analog yang anti jepret langsung apus. Mari ulik kembali momentmu bersama analog!

 

Merk : Fujica
Diproduksi di : Indonesia
Mulai Produksi : 1983
Jenis Film : 135
Kecepatan Rana : 1/100
Lensa : Fujinon Lens fixfocus 
Max / Min averture : 8 / 42 mm
Min jarak fokus : 120 cm
Dimensi : 11,4 x 7,1 x 5,4 cm
Berat : 180 gr 

Harga : Rp. 225.000,-


Jenis Film : (35mm)
Exposure meter : automatic
ASA range : ASA 25-800
Battery : LR44 4 atau LR44 5 buah
Size and Weight : 140.6 x 72 x 82 mm; 620 g.

Harga : Rp. 400.000,-




WARRIOR SHOES

Erababakoe, mencoba menghilangkan rasa rindu kalian di masa-masa SMA, dengan sepatu-sepatu yang dulu pernah wajib di pakai di sekolah-sekolah kalian loh yaitu Sepatu Warrior. Selain Warrior, kita juga menyediakan sepatu capung atau sepatu volly bermerk Kodachi, yang sering digunakan kawula muda untuk pergi sekolah atau sekedar hangout pada tahun 80-an. Walaupun sepatu sekolah, tapi masih terlihat modis kan. 


Semua sepatu original Made in Indonesia dan Japan
Ready Size 35-45
Warrior Clasic BW, 
Rp.110.000,-




Warrior Clasic White
Rp. 110.000,-



Warrior Clasic Black Red Made In China
Rp. 450.000,-



Warrior Clasic Tosca Made In China
Rp. 450.000,-




KODACHI SHOES

kodachi Stripes Blue Red 
Rp. 90.000,-




Kodachi Stripes Double Blue 
Rp. 90.000,-






Kodachi New Stripes
Rp. 90.000,-





Harga Yang tertera belum termasuk Ongkos Kirim
Pengiriman dari Jakarta, menggunakan JNE/Sicepat

Untuk pembelian

Isi Form 
(Nama, alamat, No HP, Merk, Model, Size) 

Contact Person
Whatsapp : 089643441819 
IG : Erababakoe


Selamat Bernostalgia!


THANKS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selain Batik, kesederhanaan Lurik tidak kalah mempesona

Setelah sukses menarik masyarakat untuk menggunakan batik, desainer Edward Hutabarat memilih kain lurik untuk diangkat ke panggung mode sebagai bentuk kecintaannya terhadap kain asli budaya Indonesia. Dibalik tangan desainer terampil yang biasa di panggil Edo ini, lurik bertranformasi menjadi desain pakaian yang modern. Kesederhanaan motif kain yang biasa dipakai abdi keraton sebagai seragam, menambah kesan casual nan elit. Edo masih menggunakan komposisi awal yaitu dengan menonjolkan potongan sederhana tanpa hiasan apa pun sehingga keindahan garis-garis lurik lebih menonjol. Pada beberapa rancangan ia memadukan kain lurik dengan kain bergaris. Bagi Edo, lurik dan wastra Nusantara lainnya, seperti songket, batik, ulos, atau tenun, adalah wastra peradaban. "Kain Indonesia adalah wastra peradaban karena selalu dipakai untuk melengkapi seremoni. Mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian, selalu ada kain tradisi yang menyertai," ujarnya dalam konferensi pe...

Etnicfunid, Serba-serbi kain warisan budaya Indonesia

Menurut KBBI, pengertian etnik adalah  bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya; etnis . Maka usaha yang didirikan bernuansa kebudayaan yaitu pakaian dari kain-kain khas indonesia seperti, batik, lurik, songket, tenun dan lain-lain. Motif tradisional ini, dibuat lebih modern namun tidak menghilangkan unsur etniknya. Pembuatannya pun, memanfaatkan penjahit tradisional agar hasil jahitannya lebih rapi, bukan seperti hasil konveksi. Kain tradisional ini akan dipadukan dengan motif-motif polos dan hanya mengandalkan warna yang soft. Karena dalam usaha ini, pemilik hanya mengandalkan kain tradisional dengan pewarna alami dan kain dari pewarna alami masih belum bisa menghasilkan warna yang mencolok. maka kain yang digunakan untuk memadukan kain tersebut, warna-warna soft yang tetap menjadikan si pemakai terlihat elegan. Usaha pakaian ini diberi n...