Pict by Google
Jurnalistik online
adalah seorang jurnalis pada media online seperti website, blog, forum, sosial
media atau media-media online lainnya. Sama seperti Jurnalistik konvensional,
jurnalistik online juga harus menaati kode etik Jurnalistik, dan
melakukan tugas-tugas jurnalis pada umumnya. Bedanya hanya pada media yang
digunakan untuk menyajikan berita.
Jurnalistik
online merupakan jurnalis generasi ketiga. Jurnalistik generasi pertama adala
jurnalistik cetak, yang menyajikan berita melalui media cetak seperti surat
kabar atau majalah. Jurnalisme generasi kedua adalah jurnalisti elektronik,
yang menyajikan berita dalam media elektronik seperti radio atau televisi.
Jurnalistik
online sering disebut juga sebagai Jurnalis Internet (Internet Journalism),
Jurnalis Website (Web Journalism), Jurnalis Digital (Digital
Journalism), Jurnalis Siber (Cyber Journalism), atau juga Jurnalis
Judul (Heading Journalism). Setiap jurnalis dewasa ini dituntut untuk
bisa menjadi jurnalis online, karena hampir semua media cetak dan media
elektronik kini telah memiliki versi media online agar bisa diakses oleh
pembaca dari seluruh dunia.
Prinsip Jurnalistik Online, Menurut Paul Bradshaw ada
lima prinsip dasar jurnalistik online, yang disingkat dengan BASIC, yaitu
Brevity – Adaptabillity – Scannabillity – Interactivity – Community.
Lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Brevety (Ringkas)
Tulisan
harus dibuat seringkas mungkin, tidak panjang dan bertele – tele (baca: prinsip-prinsip
komunikasi). Sebaiknya tulisan panjang, diringkas menjadi beberapa
tulisan pendek agar dapat dibaca dan dipahami dengan cepat. Istilah
umumnya, Keep It Short and Simple (kiss).
2. Adaptabillity (mampu
beradaptasi)
Dalam
menyajikan berita/ informasi, jurnalis harus bisa beradaptasi dengan
perkembangan teknologi di bidang komunikasi. Jadi bukan hanya menulis berita,
jurnalis jug dituntut untuk mampu menyajikan berita dengan keragaman cara
penyajian. Bukan hanya tulisan, tapi juga disertai dengan gambar, atau bisa
juga disajikan dalam format video atau suara. Jurnalis harus mampu menyesuaikan
diri dengan kebutuhan dan preferensi pembaca.
3. Scannabillity (dapat
dipindai)
Situs/
laman web jurnalisme dituntut untuk memiliki sifat dapat dipindai, untuk
memudahkan penbaca. Sebab sebagian besar pengguna situs tersebut melakukan
pencarian secara spesifik, dengan memindai halaman web. Pembaca akan
mencari informasi utama, subheading, link, dll untuk membantu menavigasi text,
sehingga tidak perlu melihat monitor dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu
penentuan judul berita sangat pentig dalam menarik minat pembaca, terutama dua
kata pertama pada judul.
4. Interactivity
(interaktivitas)
Pembaca
dibiarkan menjadi pengguna, dalam artian memberikan keleluasaan pada pembaca
untuk memberikan tanggapan, atau komunikasi lainnya pada jurnalis melalui laman
situs tersebut. Dengan begitu pembaca akan merasa bahwa dirinya dilibatkan dan
dihargai, sehingga mereka semakin merasa senang membaca situs tersebut.
5. Community and
Conversation (komunitas dan percakapan)
Pembaca
media online tidak hanya bersifat pasif dalam membaca berita, seperti ketika
membaca berita pada Koran atau televisi. Sebab media Online memungkinkan
pengguna untuk melakukan percakapan – percakapaan pendek untuk menanggapi isi
berita, misalnya melalui kolom komentar. Sebagai timbal baliknya, jurnalis juga
harus menanggapi interaksi dari pembaca tersebut, sehingga tercipta komunitas
dan percakapan didalamnya.
Karakteristik Jurnalistik Online
Media
online memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan media cetak dan
elektronik, sehingga jurnalistik online memiliki karakteristik tersendiri yang
membedakannya dengan jurnalisme konvensional. Berikut beberapa karakteristik
jurnalisme online:
1. Audience Control
Dalam
jurnalistik online, audiens (pembaca, pengguna, atau pengunjung situs) diberi
keleluasaan untuk memilih berita/ informasi yang diinginkannya sendiri. Dengan
begitu audiens dapat terlibat langsung untuk menentukan urutan bacaan dari mana
lalu ke bacaan mana. Dari topik mana ke topic mana, bahkan loncat tahun.
Audiens tidak hanya pasif menerima struktur/ urutan berita dari penerbit
seperti pada media konvensional.
2. Immediacy
Dalam
jurnalistik online, setiapkali berita di posting, maka berita itu akan langsung
bisa diakses, dibaca oleh audiens dari seluruh dunia. Waktu yang diperlukan
untuk menyampaikan berita tersebut jauh lebih cepat dibandingkan media
konvensional yang memerlukan proses pencetakan dan pengiriman seperti Koran.
Informasi/ berita tersebut juga dapat langsung diakses oleh penggunanya, tanpa
perlu perantaraan pihak ketiga.
3. Multimedia Capability
Media
online memungkinkan jurnalis menggunakan berbagai cara dalam penyajian
berita. Berita dapat disajikan dalam bentuk teks, suara, gambar, video, atau
komponen lainnya sekaligus.
4. Nonlienarity
Berita-berita
yang disajikan oleh jurnalistik online bersifat independen. Setiap berita dapat
berdiri sendiri, sehingga audiens tidak harus membaca seluruh rangkaian
berita secara berurutan untuk dapat memahami isi berita.
5. Storage and retrieval
Media
online memungkinkan karya para jurnalis online tersimpan secara “abadi”
sehingga audiens dapat dengan mudah diakses kembali kapanpun audiens mau. Jika
ingin, audiens juga dapat menyimpannya sendiri.
6. Unlimited Space
Dalam
jurnalistik online, ruang bukan masalah. Halaman (page) tempat Informasi/
berita disajikan tak terbatas ukuran serta jumlah, sehingga artikel dapat
dibuat sepanjang dan selengkap mungkin untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
7. Interactivity
Jurnalistik
online memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara audiens dengan berita/
informasi yang dibaca, termasuk juga redaksi (wartawan), seperti melalui kolom
komentar atau sosial media.
Keahlian yang harus dimiliki Jurnalis Online
Seiring
dengan perkembangan internet sebagi media komunikasi, jurnalis online dituntut untuk memiliki
berbagai keahlian. Bukan hanya mahir menulis, namun juga mengolah foto/ video
dan menguasai dasar-dasar HMTL. Berikut 9 keahlian yang harus dimiliki jurnalis
online seperti ditulis dalam ‘Advancing The Story’:
1.
Mampu menulis dan mengedit scrip berita/
infomasi (Writing or Editing Scripts).
2.
Mampu melakukan manajemen project (Project
Management).
3.
Memiliki keahlian Blogging.
4.
Mampu mendesain tampilan antarmuka laman (User
Interface Design/Photo Shooting).
5.
Mampu memproduksi video (Video Production).
6.
Mampu melakukan administrasi dan organisasi staff (Staff
Organization/Administration).
7.
Dapat menggabungkan cerita dalam bentuk
tulisan-tulisan pendek. (Story Combining/Shortening).
8.
Dapat melaporkan dan menulis berita original (Reporting
and Writing Original Stories).
9.
Dapat melakukan editing foto/ gambar (Photo/Image
Editing).
hsumber : ttps://pakarkomunikasi.com/jurnalistik-online
hsumber : ttps://pakarkomunikasi.com/jurnalistik-online

Komentar
Posting Komentar