Langsung ke konten utama

Psychedelic, Gaya hidup tahun 60-an kembali nge-trend




Dalam era globalisasi ini, internet tidak asing lagi bagi kalangan anak muda jaman sekarang. Bahkan dengan adanya internet serta media sosial, masyarakat dengan sangat mudah untuk mengakses segala informasi termasuk sejarah-sejarah di dunia, termasuk aliran psychedelic yang kembali ngetrend di masa sekarang ini.

Apa itu aliran psychedelic?

Psychedelic adalah sebuah aliran seni yang nge-trend pada periode ’60an sampai akhir ’75an. Arti psychedelic itu sendiri ialah kemampuan kita mem-visualisasi-kan apa yang ada di pikiran menjadi vision (penglihatan), yang akan terasa sangat nyata (efek halusinasi). Pengalaman psychedelic sering dibandingkan dengan bentuk kesadaran seperti trance (keadaan tdk sadar diri), meditasi, yoga, dan bermimpi.

Aliran ini muncul dari anak-anak muda yang menganut gaya hidup hippies, yaitu sebuah gaya hidup bebas yang keras menantang keteraturan budaya, radikal, dan membenci pemerintahan (akibat perang yang terus-menerus terjadi pada masa itu).

Hippie adalah sebuah kultur yang muncul di Amerika Serikat sekitar tahun pertengahan 1960an. Mereka biasa mendengarkan musik psychedelic rock. Terkadang para hippie menggunaan narkoba dan ganja yang dapat memberikan mereka efek terbang sehingga merangsang imajinasi. Dalam sebuah imajinasi seseorang yang sedang dalam pengaruh narkoba biasanya terlihat hal-hal abstrak penuh warna-warni dan memberikan efek euphoria. Hal tersebut dibuat dalam karya seni psychedelic art kaum hippie. Kaum Hippie ini juga kerap menggunakan pakaian yang berwarna-warni kebanyakan dari teknik ikat celup yang menghasilkan bentuk-bentuk tidak terduga.

Ada pula seni yang tercipta dari aliran psychedeliq ini adalah :

1. Musik, musik psychedeliq ini beraliran rock, dan memiliki instrumental yang membuat pendengarnya masuk kedalam dunia bawah sadar/halusinasi. Contoh band bergenre psychedelic rock

https://youtu.be/VyUiKyU-jFc

2. Lukisan, seni lukis yang tercipta biasanya bergambar abstrak dan memiliki banyak warna, karna kaum hippie memang identik dengan warna-warna cerah dan bercorak.



Seni musik dan lukis tersebut, sekarang kembali hitz dikalangan anak muda, bahkan hingga gaya berpakaiannya pun banyak meniru aliran freedom ini. Bicara soal gaya berpakaian aliran ini lebih banyak menggunakan unsur warna serta pernak pernik seperti kalung yang terbuat dari tali/ akar pohon. Jika di masa modern ini pakaian bernuansa hippie bisa dibalutkan dengan brukat dan rumbai-rumbai sebagai ciri khas. Sebagai negara yang memiliki berbagai banyak budaya, nuansa hippies di Indonesia mengambil corak dari kain-kain yang berada dari daerah-daerah di Indonesia yang menambah ke eksotisan serta ciri khas hippies di negara Indonesia.




Ngomong-ngomong, aliran seni sampai gaya berpakaian boleh lah ya psychedelic banget, tapi ingat ya kita boleh bebas berkreasi tapi jangan bebas hancurkan masa depan kita sendiri oke guys? say no to drugs! Bhayy...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selain Batik, kesederhanaan Lurik tidak kalah mempesona

Setelah sukses menarik masyarakat untuk menggunakan batik, desainer Edward Hutabarat memilih kain lurik untuk diangkat ke panggung mode sebagai bentuk kecintaannya terhadap kain asli budaya Indonesia. Dibalik tangan desainer terampil yang biasa di panggil Edo ini, lurik bertranformasi menjadi desain pakaian yang modern. Kesederhanaan motif kain yang biasa dipakai abdi keraton sebagai seragam, menambah kesan casual nan elit. Edo masih menggunakan komposisi awal yaitu dengan menonjolkan potongan sederhana tanpa hiasan apa pun sehingga keindahan garis-garis lurik lebih menonjol. Pada beberapa rancangan ia memadukan kain lurik dengan kain bergaris. Bagi Edo, lurik dan wastra Nusantara lainnya, seperti songket, batik, ulos, atau tenun, adalah wastra peradaban. "Kain Indonesia adalah wastra peradaban karena selalu dipakai untuk melengkapi seremoni. Mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian, selalu ada kain tradisi yang menyertai," ujarnya dalam konferensi pe...

ERABABAKOE

Back to 90’s Helow kawan lintas generasi, mari mengulang masa SMA mu dengan barang-barang jaman dulu, seperti kamera analog, sepatu trendy Warrior dan Kodachi dan style kece ala penari hip-hop 90's.  KAMERA ANALOG Erababakoe, mencoba mencoba mengabadikan kembali moment-moment masa lalu di masa saat ini dengan kamera analog yang anti jepret langsung apus. Mari ulik kembali momentmu bersama analog!   Merk : Fujica Diproduksi di : Indonesia Mulai Produksi : 1983 Jenis Film : 135 Kecepatan Rana : 1/100 Lensa : Fujinon Lens fixfocus  Max / Min averture : 8 / 42 mm Min jarak fokus : 120 cm Dimensi : 11,4 x 7,1 x 5,4 cm Berat : 180 gr  Harga : Rp. 225.000,- Jenis Film : (35mm) Exposure meter : automatic ASA range : ASA 25-800 Battery : LR44 4 atau LR44 5 buah Size and Weight : 140.6 x 72 x 82 mm; 620 g. Harga : Rp. 400.000,- WARRIOR SHOES Erababakoe, mencoba menghilangkan rasa rindu kalian di masa-masa SMA, de...

Etnicfunid, Serba-serbi kain warisan budaya Indonesia

Menurut KBBI, pengertian etnik adalah  bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya; etnis . Maka usaha yang didirikan bernuansa kebudayaan yaitu pakaian dari kain-kain khas indonesia seperti, batik, lurik, songket, tenun dan lain-lain. Motif tradisional ini, dibuat lebih modern namun tidak menghilangkan unsur etniknya. Pembuatannya pun, memanfaatkan penjahit tradisional agar hasil jahitannya lebih rapi, bukan seperti hasil konveksi. Kain tradisional ini akan dipadukan dengan motif-motif polos dan hanya mengandalkan warna yang soft. Karena dalam usaha ini, pemilik hanya mengandalkan kain tradisional dengan pewarna alami dan kain dari pewarna alami masih belum bisa menghasilkan warna yang mencolok. maka kain yang digunakan untuk memadukan kain tersebut, warna-warna soft yang tetap menjadikan si pemakai terlihat elegan. Usaha pakaian ini diberi n...